Jumat, 08 Februari 2013

orang termiskin didunia

10 Orang Termiskin di Dunia

OPINI | 08 March 2012 | 16:31Dibaca: 8852   Komentar: 0   Nihil





13311990601991969545
Senyum ditengah kemiskinan…

Tiba-tiba saja saya menjadi gemes dengan pemberitaan di media massa yang berulang-ulang baik di koran, teve, maupun internet mengenai 10 orang terkaya didunia. Disebutlah satu demi satu nama siapa-siapa saja dengan kekayaan sekian dolar lengkap dengan fluktuasi harta kekayaannya yang paling update. Kita sudah sangat akrab dengan yang namanya Bill Gates maupun Warrent Buffet, bahkan kalau tidak salah dulu sewaktu masih di bangku smp ada pertanyaan konyol tentang siapa orang terkaya didunia pada waktu itu.
Berita seperti ini menurut saya kok manfaatnya sedikit sekali dan bahkan tidak ada. Apa dengan membacanya kemudian kita menjadi terinspirasi lalu semangat dalam bekerja? Saya kita tidak, paling banter juga kita cuma kagum lalu bilang ”Wow”. Coba kalau dibalik ”10 orang termiskin didunia”, memang sih nggak komersil tapi paling tidak berita seperti ini justru akan menumbuhkan rasa simpati dan empati dalam diri kita, memberikan kesadaran kita untuk bersyukur dan untuk mencarinya pun nggak perlu susah-susah keliling dunia, cukup di Indonesia saja dan itu lebih dari cukup. Tapi siapa juga yang mau ngubek-ngubek nyari orang-orang miskin.
Untuk saudaraku yang saat ini sedang terkena bencana banjir, tanah longsor, gunung meletus, air laut meluap, yang terlilit kemiskinan, yang menderita busung lapar, gizi buruk, kekurangan air bersih, diserang wabah ulat bulu dan kelelawar, serta berbagai keprihatinan lain yang beribu-ribu (mungkin berjuta-juta) jumlahnya, yang tak kunjung mendapat perhatian dari pemimpinnya, saya ucapkan terimakasih sekaligus maaf yang sebesar-besarnya, terimakasih karena telah menyadarkan saya untuk senantiasa bersyukur dan maaf karena saya belum bisa membantu meringankan beban kalian sepenuhnya.
Doa saya tidak pernah terputus untuk kalian. Yah, kita sekarang seperti ayam yang mati di lumbung padi, menderita di negeri sendiri, namun jangan pernah sekali-kali putus asa. Bumi tak selamanya berselimut malam, esok akan datang bersama terangnya cahaya dan sejuknya udara. Ini bukan harapan, tetapi kepastian, kita ini bangsa yang tangguh, sesusahnya-susahnya kita, kita masih bisa tertawa-tawa. Kita selalu mempunyai bahan unutk tertawa, sekecil apapun itu. Bukankah tersenyum ditengah-tengah kesedihan itu berat? Tapi toh kita masih bisa tersenyum. Sebenarnya pemerintah Republik Indonesia itu sangat mudah sekali tugasnya, tidak usah muluk-mulk mau memberantas korupsi segala, wong yang memberantas itu juga pada nuggu giliran buat korupsi. Sepakbola sajalah, dibikin yang hebat. Paling tidak di level Asia Tenggara. Wes, dijamin rakyat bakal seneng. Dan nggak minta yang macem-macem. Rakyat Indonesia itu cuma minta kegembiraan, kalau nggak bisa buat rakyat gembira mbok ya nggak usah ngriwuk’i kegembiraan rakyat. Yang dengan bekal itu mereka bisa bertahan hidup ditengah negeri ajur mumur ini. Tidak sembarang orang bisa hidup dalam kondisi negara yang seperti ini. Dibutuhkan orang-orang yang mampu menciptakan kegembiraan untuk sendiri, dan kemampuan itu dimiliki oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Eh, ini pemerintah dengan kekuasaan yang dimilikinya malah membuat rakyat semakin susah. Pemerintah macam sandal jepit ini mah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar